Untuk Sebuah Hidup Baru
Aku ingin mulai menulis lagi di sini. Sesuatu tentang apa yang terjadi sehari-hari. Sekedar untuk catatan, entah itu bagiku sendiri, atau mungkin juga untuk anak-anakku kelak. Dan aku rasa, sekarang adalah saat yang tepat untuk memulainya.
Ada moment besar yang abru saja kulalui beberapa waktu yang lalu. Ya, tepatnya tanggal 11 September 2005 aku akhiri masa lajangku.

Yeah, I got married. To a girl who I love most. To Nurist Surayya Ulfa.
Setelah kurang lebih 5 tahun mencoba saling mengenal--hehehe, I met her first in 2000--kami putuskan untuk menikah. Ya, coba aja deh jalani kehidupan baru. Benar-benar bersama. Tak lagi ada jarak, tak lagi ada batasan-batasan fisik yang menghalangi.
Semuanya berjalan begitu cepat, meskipun sudah lama direncanakan. Namun, begitu mendekati harinya, honestly segalanya berjalan begitu cepat.

Benar-benar sebuah moment yang membutuhkan energi ekstra untuk mempersiapkannya. Kami bahkan bolak-balik Jakarta-Semarang-Demak setiap minggu selama sebulan penuh sebelum hari pernikahan. Mulai dari pertemuan antarkeluarga, pengurusan surat-surat pernikahan, persiapan berbagai pernak-pernik pernikahan hingga pertengkaran-pertengkaran kecil mengisi hari-hari itu.
Benar-benar melelahan, sekaligus mengasyikkan.




Saat di mana segalanya diuji, apakah memang kita serius untuk menjalani semua ini. Saat semuanya kembali dipertanyakan. Saat dimana komitmen diuji tak hanya sekedar kata tapi juga tindakan nyata.
And you know what, I do glad I can make it.
Dan sekarang, look at me, I'm a married man. I have my own family, and I try to live my life in it. I no longer myself, I am us, as she is us too. It's like 2 person combined into 1 soul. Unified by Allah's will. I know it's probably hard for me to accept this concept a few years ago, but now I really enjoy it.
Thanks dear for willing to fight with me and now living here as my wife. I love you so very much.
Ada moment besar yang abru saja kulalui beberapa waktu yang lalu. Ya, tepatnya tanggal 11 September 2005 aku akhiri masa lajangku.


Yeah, I got married. To a girl who I love most. To Nurist Surayya Ulfa.
Setelah kurang lebih 5 tahun mencoba saling mengenal--hehehe, I met her first in 2000--kami putuskan untuk menikah. Ya, coba aja deh jalani kehidupan baru. Benar-benar bersama. Tak lagi ada jarak, tak lagi ada batasan-batasan fisik yang menghalangi.
Semuanya berjalan begitu cepat, meskipun sudah lama direncanakan. Namun, begitu mendekati harinya, honestly segalanya berjalan begitu cepat.






Benar-benar sebuah moment yang membutuhkan energi ekstra untuk mempersiapkannya. Kami bahkan bolak-balik Jakarta-Semarang-Demak setiap minggu selama sebulan penuh sebelum hari pernikahan. Mulai dari pertemuan antarkeluarga, pengurusan surat-surat pernikahan, persiapan berbagai pernak-pernik pernikahan hingga pertengkaran-pertengkaran kecil mengisi hari-hari itu.
Benar-benar melelahan, sekaligus mengasyikkan.




















Saat di mana segalanya diuji, apakah memang kita serius untuk menjalani semua ini. Saat semuanya kembali dipertanyakan. Saat dimana komitmen diuji tak hanya sekedar kata tapi juga tindakan nyata.
And you know what, I do glad I can make it.
Dan sekarang, look at me, I'm a married man. I have my own family, and I try to live my life in it. I no longer myself, I am us, as she is us too. It's like 2 person combined into 1 soul. Unified by Allah's will. I know it's probably hard for me to accept this concept a few years ago, but now I really enjoy it.
Thanks dear for willing to fight with me and now living here as my wife. I love you so very much.
Where did you find it? Interesting read »
Posted by
Anonymous |
4:56 AM
Cool blog, interesting information... Keep it UP » »
Posted by
Anonymous |
11:52 AM